SETELAH sukses mengumpulkan penonton tak kurang 3 juta orang, film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) siap memenuhi rasa penasaran pencinta nasional lewat pemutaran sekuelnya. KCB 2 dijadwalkan hadir di layar bioskop Tanah Air pada 17 September 2009 mendatang. Kepastian penayangan film yang bakal menjadi ''bintang'' di musim liburan Lebaran tahun ini,disampaikan oleh Dani Sapawie, line producer dari SinemArt Pictures dalam acara Millis KCB Gathering di Depok,Bogor, Jawa Barat,Minggu, (19/7). "Saat ini KCB (pertama) masih diputar di beberapa kota besar bioskop di Tanah Air bersaing dengan film nasional lainnya dan bahkan film Hollywood.
Permintaan penayangan di beberapa kota kabupaten yang minim sarana bioskop pun terus berdatangan pada kami. Ini jelas menggembirakan," tandas Dani. Kota-kota itu terdapat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Barat, di Pulau Sulawesi hingga kota Jayapura di Papua. Bahkan, Hong Kong dan Taiwan, dua dari delapan negara yang bakal disinggahi oleh film KCB, sudah memberikan respons yang luar biasa.Awal bulan Juli,pemutaran dua kali film ini, dari satu kali sesuai rencana, di ibu kota bekas negara koloni Inggris itu sukses dibanjiri ribuan penonton.
Di Taiwan pun fenomenanya tak jauh berbeda.KCB memang bakal singgah di Brunai,Malaysia, Singapura, Mesir hingga Australia. Sejak novel KCB,yang menjadi sumber kisah drama layar lebar ini, diklaim sebagai karya best seller, pencinta KCB sudah tumbuh dan berkomunikasi di dunia maya. Bahkan,''cerita seru'' antar anggota kanal komunikasi di internet itu makin mengasyikkan setelah cerita favorit mereka diangkat menjadi karya film.
Anggota milis KCB (kcbmilis@ yahoogroups. com) yang dihuni oleh ribuan orang anggota itu punya kedekatan dan militansi yang kuat terhadap kisah perjuangan hidup dan percintaan Azzam,Anna, Furqon, Elliana dan Husna, kelima tokoh utama film. Tak heran ajang ''kopi-darat'' pun telah mereka gelar beberapa kali. Salah satunya dalam kesempatan di Depok,kemarin. Film KCB dan KCB 2 memang menyedot perhatian masyarakat Indonesia sejak saat drama layar lebar ini baru akan dibuat. Proses audisi pemain utama,masa syuting di Indonesia dan Mesir hingga tahapan promosi film yang berlangsung di beberapa kota, menjadi kisah tersendiri yang unik dalam industri film nasional.
Catatan spektakuler KCB dan KCB 2 tersirat dari biaya produksi film yang mencapai puluhan miliar plus keseriusan tim produksi dalam menghadirkan atmosfer yang tak jauh berbeda dengan jalan cerita novel. Dalam catatan industri film nasional, boleh dibilang tak banyak produser yang berani menggelontorkan dana sangat banyak hanya untuk menghadirkan kisah drama di layar lebar kecuali film epik atau kolosal di masa lalu.
Dan, menurut catatan mutakhir, setahun terakhir, tak banyak pula film yang sanggup mengumpulkan angka penonton hingga 2 juta lebih.Apalagi bisa menyedot penonton hingga 400 ribu orang penonton dalam tiga hari di masa awal penayangannya. Idealisme penulis novel, Habbiburahman El Shirazy dalam menawarkan kisah drama kehidupan dan percintaan ''pembangun jiwa'' universal, yang sukses dituangkan dalam bahasa gambar nan indah oleh sutradara Chaerul Umam, membuktikan film-film bertema atau genre sejenis mendapat tempat terhormat di hati pencinta film nasional.
Kini,lewat KCB 2,penonton bakal dipuaskan rasa penasarannya untuk mengetahui kelanjutan kisah hubungan Furqon (Andi Arsyl Rahman Putra) dan Anna Althafunisa (Oki Setiana Dewi). Seperti apa pernikahan yang bakal mereka jalani di tengah kegundahan hati Furqon yang divonis terjangkit virus HIV-AIDS? Atau bagaimana kehidupan Azzam (M Kholidi Asadil Alam) setelah kembali ke Tanah Air?
Benarkah Husna (Meyda Sefira) akan lebih dulu naik pelaminan, mengingat Azzam tak jadi meminang Anna karena keduluan sahabatnya, Furqon? Lantas bagaimana nasib Elliana (AliceNorin) ,putridutabesarR Iuntuk Mesir, yang sempat keki lantaran hadiah french kiss-nya ditolak mentah-mentah oleh Azzam?
(koran sindo 20 juli 2009)
|
No comments:
Post a Comment