It's nice to be important but it's important to be nice
Entah sejak kapan Ibu saya selalu mengulang-ngulang sebuah kalimat bijak "It's nice to be important but It's important to be nice" di telinga saya setiap ada kesempatan, seingat saya sejak saya masih SD ibu saya sudah menekankan kalimat itu kepada saya. Kalimat yang didapatnya dari sebuah kartu ucapan yang diberikan salah seorang pasiennya itu selalu terngiang di telinga saya sebelum saya bisa mengartikannya dengan baik.
Waktu itu saya hanya mengagumi kalimat itu seperti layaknya kalimat bijak lainnya tanpa pernah mengerti arti sesungguhnya kalimat tersebut.
Seiring berjalannya waktu, saya sekarang sudah mandiri dan tinggal terpisah dari keluarga. Kalimat bijak andalan Ibu saya jadi jarang terdengar di telinga saya, seakan terlupakan seiring berjalannya waktu. Hingga pada hari ini ketika makan siang bersama rekan kerja saya, suara Ibu saya mengucapkan kalimat bijak itu seperti terdengar kembali ke telinga saya. Kami mendiskusikan salah seorang rekan kerja yang kinerja memang bagus, sebut saja rekan kami ini si Ani.
Ani ini kinerja bagus dan berbakat menjadi orang penting karena dalam waktu singkat semua petinggi di tempat kerja kami kenal dengan Ani, semua keinginan pimpinan dapat di penuhi dalam waktu singkat. Pendeknya si Ani telah didaulat secara tidak resmi sebagai karyawan teladan oleh lingkungan kerja kami. Malah kami bisa memproyeksikan dia akan mempunyai karir yang bagus tak lama lagi. Belum lagi setiap ada proyek baru perusahaan maka si Ani selalu ada dalam urutan pertama daftar orang yang diajak bergabung ke dalam tim tersebut.
Sayangnya Ani mempunyai sikap "tanpa-saya-semua-
Jika ada rekannya ditanya oleh pimpinan perusahaan tentang perkembangan proyek mereka, maka si Ani langsung ikut menjawab dengan cara memotong jawaban rekan tersebut. Memang jawaban dia benar namun tentu saja harga diri rekan yang ditanya seakan diijak oleh si Ani dan berkesan rekan itu tak menguasai pekerjaannya.
Kalau makan bersama maka topik pembicaraan digiring ke tema pekerjaan sehingga dia dapat membanggakan kemampuannya. Memang sih kemampuannya dalam menangani pekerjaan itu bagus namun disaat kami sudah sumpek dengan segala masalah pekerjaan, rasanya kok topik tersebut tidak pada tempatnya.
Belum lagi kalau ada teman yang dianggapnya mempunyai kemampuan di bawahnya maka si Ani tak segan-segan untuk merendahkannya.
Dalam keadaan tersebut satu demi satu rekan-rekan kami menjauhi dia. Bukan karena iri tetapi mereka sudah bosan dengan sikap dan perlakuannya. Memang apa yang dikatakannya ada benarnya tetapi dengan sikap "tanpa-saya-semua-
Akhirnya banyak dari rekan-rekan kami tak mau berteman malah sekedar menyapapun mereka tak ingin. Sering saya melihat dia kebingungan mencari teman hanya untuk mengobrol karena orang-orang di sekitarnya menghindarinya. Tak jarang juga ketika sedang ngobrol bareng dengan teman-teman dan Si Ani hadir diantara kami, satu demi satu rekan-rekan kami pamit pergi untuk menghindari dia. Dari pengamatan saya sekarang, si Ani sudah tidak mempunyai teman lagi di lingkuangan kantor, kecuali beberapa orang.
Ternyata menjadi penting seperti Ani itu tak selamanya menyenangkan, ketika si Ani menuai pujian dari pimpinan, disaat bersamaan rekan-rekannya menghindari dia. Sering kali jika dia membutuhkan bantuan, rekan-rekan jarang ada yang mau menolong dia, seakan-akan dia hidup sendiri di tengah keramaian kantor.
Yah ternyata hal inilah yang ingin Ibu saya tekankan pada saya sejak dulu, setelah lama berpisah dari Ibu saya, saya baru mengerti arti sepenuhnya kalimat bijak itu. Memang menyenangkan menjadi orang penting tetapi lebih penting menjadi orang yang menyenangkan. Ibu saya tak ingin saya menjadi orang penting namun tak menyenangkan bagi orang sekitarnya, Ibu saya ingin saya menjadi orang menyenangkan bagi orang lain. Yup, itulah yang saya inginkan dalam hidup saya "it's important to be nice".
(kiriman sahabat)
--
visit www.sigitwahyu.
ilmu dan hikmah
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe


No comments:
Post a Comment