CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Wednesday, June 3, 2009

[kcb-milis] Adakah Pemimpin Seperti Jantung Kita ?




Adakah Pemimpin Seperti Jantung Kita ?


Manusia diciptakan dengan fitrah dapat mengalami kecapaian, lupa, tertidur, malas dll. Seorang pemimpin tentunya tidak luput dari beberapa sifat bawaan seperti itu. Sedangkan kita sebagai wong cilik tentu sangat menginginkn pemimpin yang tidak pernah berhenti bekerja untuk seluruh anggota organisasi yang dipimpinnya.  Tidak salah kalau kita bertanya adakah pemimpin yang kerja seperti jantung kita ?


Organ ini sangat relatif kecil dalam tubuh kita. Tidak lebih sekepalan tangan si empunya. Dia memompa dengan sedikit demi sedikit paling hanya 200 mililiter sekali pompa. Dia bekerja tidak pandang bulu terhadap waktu dan tempat, tidak pilih kasih bagian yang manapun dia akan distribusi darah sesuai tugasnya. Semua adil sesuai kebutuhannya.  Bahkan untuk dirinya sendiri dia juga tidak ambil darah lebih dari kebutuhannya.


Kalau ada pemimpin dalam organisasi kita entah negara, entah perusahaan, entah organisasi apapun jika memiliki pemimpin yang punya jiwa sebagaimana tersebut diatas maka dapat dilihat prospek organisasinya akan maju pesat.


Pemimpin yang bekerja tiada henti untuk seluruh komponen yang dipimpinnya. Bahkan saat organ lain tidur dan beristirahat dia tetap bekerja secara konsisten. Pemimpin memberikan bagian bagianya dengan adil sesuai dengan kebutuhan masing-masing, meskipun jarak tempuh berbeda. Dari kepala sampai ujung kaki, dari pelosok hingga pusat kota pemimpin harus mampu distribusi dengan apik.


Tidak pernah jantung kita protes, untuk distribusi darah ke ujung kaki atau keatas kepala. Namun banyak pemimpin saat ini yang enggan untuk sekedar berkunjung ke daerah pelosok apalagi memberikan bantuan.  Pembangunan sarat dengan pilih kasih, memberikan reward dengan pilih kasih sangat beda dengan jantung kita yang obyektif dalam bekerja.


Segumpal organ dalam tubuh kita itu memang benar-benar dapat digunakan untuk berkaca. Jantung tidak pernah korupsi dengan konsumsi sari makanan lebih, beda dengan kita kadang porsi untuk diri sendiri kita lebihkan sisanya baru yang dibagikan. Sehingga korupsi berkembang dengan suburnya.


Tidak malukah kita saat ini, sedang memiliki cermin yang setiap hari kita bawa kemana jua. Dalam bekerja marilah kita berpacu seperti jantung kita, tak kenal lelah.


(kiriman sahabat)


--
visit www.sigitwahyu.net







__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

No comments: