mas sigit webnya bagus,,tapi kok dibagian ensiklopedi ga ada isinya mas??
kalau evy mau taruh buku-buku ensiklopedi dari kantor ku boleh??
gmn apa ada syarat khusus mas??
oh ya ana evy afifak, anggota milis KCB, kebetulan saya kerja dibagian buku ensiklopedi anak dan dewasa mas terbitan mizan..
Waalaikum salam..
Evi Afifah, SKM
Mizan Dian Semesta (MDS)
Komplek D'Best Blok E-47 Jl.RS.Fatmawati NO.15
Jakarta Selatan 12420, Telp. (021) 7663631
PHONE :+6285693358113 , e-MAIL : afifah_e@yahoo.
Dari: Sigit Wahyu <sigit.wahyu@
Terkirim: Senin, 25 Mei, 2009 15:52:40
Topik: [kcb-milis] Kesalehan Sosial
Kesalehan Sosial
Oleh AM Fatwa
Agama secara universal mengajarkan tanggung jawab. Sebagai agama, pertama-tama Islam meletakkan rasa tanggung jawab itu kepada setiap pribadi melalui ajarannya yang kuat bahwa setiap orang akan dihadapkan pada Yaumul Hisab atau Hari Pengadilan Tuhan di akhirat nanti. Namun, karena setiap perbuatan pribadi akan menyebabkan berbagai implikasi kemasyarakatan, maka tanggung jawab pribadi itu membawa akibat adanya tanggung jawab sosial. Inilah yang kita pahami dari rahasia susunan ayat-ayat Alquran bahwa setiap kali Kitab Suci itu menyebut kata iman (aamanu) -- yang merupakan persoalan pribadi -- selalu diikuti dengan penyebutan amal saleh (aamilus-shalihaat) -- yang merupakan tindakan kemasyarakatan.
Hal yang sama kita pahami dari sabda Nabi Muhammad SAW tentang kesempurnaan iman seorang mukmin. Nabi SAW menjelaskan, ''Yang paling sempurna iman orang mukmin adalah yang paling baik akhlaknya.'' (HR Muslim). Jadi, iman yang mempribadi wujudnya adalah akhlak atau tindakan yang dapat dipertanggungjawabk an di hadapan masyarakat.
Belakangan ini banyak orang mulai memprihatinkan bahwa seolah-olah di masyarakat kita sedang terjadi perkembangan yang kontradiktif. Di satu pihak muncul kegairahan untuk pengajian dan lain-lain dalam rangka mendalami agama, namun kenapa di sisi lain terjadi berbagai kebobrokan moral masyarakat.. Padahal logikanya, bila kecenderungan gairah agama meningkat, mestinya akhlak masyarakat makin baik perkembangannya. Nyatanya yang terjadi malah sebaliknya, kemerosotan akhlak makin menjadi persoalan yang makin memprihatinkan.
Karena itu, barangkali kita perlu merenungkan kembali pembinaan keberagamaan kita lebih substansial. Pengajian saja tentunya belum mencukupi untuk menciptakan kesalehan sosial.
Dengan meningkatnya gairah memahami agama, masyarakat harus terdorong moralnya untuk membentuk kekuatan-kekuatan amar ma'ruf nahi munkar yang mampu ''memaksa'' umat menepati janji-janji sosial atau kewajiban kemasyarakatannya sesuai kedudukan dan martabat mereka. Janji umaro (birokrat) adalah menegakkan hukum dan berlaku adil. Janji ulama adalah menyampaikan kebenaran sampai berfungsi sebagaimana idealnya. Janji para aghniya' (orang kaya) adalah berzakat, infak, dan sedekah. Janji para pedagang adalah jujur dan tidak mencurangi timbangan. Janji kaum dhuafa adalah mendoakan dan mematuhi para pemimpin.
Semua bentuk janji atau kewajiban di atas tidak lain merupakan bagian dari akhlakul karimah dari masyarakat agama. Apabila janji-janji tersebut di atas tidak terlaksana dengan baik niscaya masyarakat akan menghadapi bahaya keruntuhan akhlak. Barangkali sudah saatnya dalam GBHN mendatang dirumuskan masalah pengembangan akhlak bangsa dalam wacana pembangunan nasional kita, sehingga bukan saja kemakmuran material yang kita capai, melainkan juga terciptanya peradaban kemanusiaan yang adil dan beradab. – ahi
Sumber: republika
--
visit www.sigitwahyu. net
Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa mendapatkan semuanya.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe


No comments:
Post a Comment