Alhamdulillah, da'wah terus mengeliat dunia film kita. Da'wah tidak mengenal apakah ini 'Mesir' atau yang itu 'lebih Indonesia'...yang jauh lebih penting adalah proses perbaikan (ishlah) tsb berjalan terus, di setiap lini kehidupan sehingga semakin banyak yang dapat mengambil kemanfaatan dari setiap peristiwa/event kehidupan..... yang memang Allah ciptakan segala sesuatu itu tiada sia-sia. "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi : "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Ali 'Imran 190-191) ...ayat ini pula yg membuat Sang Kekasih Allah, Muhammad Rosulullah SAW menangis tiada henti hingga shubuh menjelang.....beliau sangat khawatir jika ummatnya tidak peduli dan tidak dapat mengambil pelajaran dari setiap event kehidupan yang dilewatinya. Subhanallah.....begitu dalam cintamu pada ummatmu ya Rasulullah !! Robb, bimbing kami untuk selalu berada dalam kafilah yg berkah ini sampai ajal datang menyemput, semoga ridhoMu senantiasa menyertai kami Fastabiqul khairoot !!
--- On Wed, 10/8/08, katerina.1106 <katerina.1106@yahoo.com> wrote:
From: katerina.1106 <katerina.1106@yahoo.com> Subject: [ketika_cinta_bertasbih] AAC + KCB = LASKAR PELANGI lebih TOP To: ketika_cinta_bertasbih@yahoogroups.com Date: Wednesday, October 8, 2008, 10:24 AM
Assalamu'alaikum wr wb
Bagi penggemar AAC dan KCB, jangan sampai ga nonton Laskar Pelangi. Ingat, AAC dan KCB itu lebih "mesir" dari pada Laskar Pelangi yang lebih "Indonesia". LP lebih membumi. Kalau sampe penggemar AAC dan KCb ga tertarik, itu artinya bukan penggemar sastra sejati. Tapi hanya terkesan dengan romansa percintaan ala AAC dan KCB saja. Kalau bicara misi dakwah, LP lebih luas. karna ia bicara soal perjuangan, pendidikan, kemiskinan, persahabatan, kapitalisme, dan inti dari BELAJAR. (dakwah ga melulu mesti ada ayat dan hadist kan?)(ga mesti dari mahasiswa Al-Azhar kan)
Nah, Hari MInggu tgl. 5/10/08 saya sudah nonton. musik dan panorama alam nya oke banget. alur cerita yah .. 90% mirip di novel. Meski ga 100% tapi yg 10% justru memperbagus alur cerita. Ga seperti AAC yg dimodifikasi tp malah aneh. Coba bandingkan dengan kondisi rata-rata film indonesia yang bikin miris… film ini masterpiece… Sangat pantas ditonton versi legalnya berkali-kali… Keseriusan dan idealisme dari seorang Riri Riza sangat kejaga… dan yang paling penting, pesan dari novelnya sendiri secara efektif nyampe, meskipun kalau dari segi detail cerita banyak yang berbeda… Mengenai tokoh bu Mus, pemilihan Cut Mini amat terasa pas dengan cengkok melayu acehnya yang natural… disamping itu raut muka bu Mus (yang sempat tampil di kick andy) saya liat memang memiliki kesamaan… (meski ~terlalu~ cantik cut mini).
Ada beberapa adegan yg gak begitu sreg buat sy: >adegan karnaval 17an yg kurang gereget, >adegan pencarian Floriana yg kabur,dan >tentang perjalanan tim Societeit de Limpai ke Pulau Lanun. >Saya cuma bisa mengelus dada. Kesucian novel Laskar Pelangi dinodai oleh kapitalisme dan budaya pop! Sama seperti kasus filem AAC dulu >kehadiran rieke dyah pitaloka pada awal film seakan tidak real bermain dalam film tersebut(terlalu ngakting)
Pokoknya salut banget dg anak2 belitong yang jadi anggota laskar pelangi nya…expresinya dapet banget… klo artis2 ibukota nya cuman buat nge-rame-in film aja kiranya. tanpa mereka tu film tetap seru…. dan LP adalah satu2 nya film INDONESIA yg sangat membanggakan. Film ini membuat saya menangis,,ketawa, ,tersenyum, ,merenung, , dan ngga henti2nya mengucap "subhanallah"…
Saya yg tadinya bangga banget dgn AAC dan bentar lagi akan ada KCB, jadi surut rasa, jadi merasa LASKAR PELANGI ga akan ada yang menyaingi.. Sorry buat fans KCB. Tapi saya tetap berharap KCB bisa berkesan seperti Laskar Pelangi...kalau bisa..
Ayo dukung LP, andrea hirata dan Riri Riza...untuk Sang Pemimpi dan Edensor nya...semoga difilmkan juga!
|
No comments:
Post a Comment