Bismillah
Kemarin ada keperluan yang memaksaku untuk pergi ke mall di kota solo. Mall yang bisa dikatakan terbesar di kota kecil ini.
Sesuatu yang tidak aku lakukan kecuali karena keperluan yang mendesak dan perlu saja.
Kebetulan HP kepunyaanku rusak dan saya perlu pergi ke service center dan tempatnya adalah di mall itu.
Setiap kali masuk mall, ada perasaan yang menyesakkan hatiku. Tipikal-tipikal dan nuasana terlena terhadap dunia betul-betul membahana dalam ruangan itu. Glamor dan kesan berfoya-foya.
Di tengah hinggar bingar suasana itu saya mendapati sebuah tempat yang kecil di sebuah basement mall. kesan yang jauh dari apa yang ada di lantai atasnya.
Ruang sempit dan berbau serta karpet juga tak kalah hebatnya, maksudnya baunya. nach itulah tampang mushola di sebuah mall.
Fenomena itu memang biasa aku temui di mall maupun supermarket.
Pikiranku terus menenerawang dan memikirkan kira-kira apa yang akan bisa aku lakukan. Tak bisa dipungkiri sebenarnya berapa banyak orang yang dilalaikan dengan meninggalkan sholat dan sibuk dengan aktivitas dunianya di mall tersebut.
Meski ada beberapa juga yang masih melaksanakan sholat di mall itu tapii kebanyakan mereka ???...
Nach aku justru melihat ada medan dakwah di sana. Bayangkan saja kalau setiap lantai ada mushola atau masjid di mall itu paling tidak akan mengurangi angka orang yang silau dengan aktivitas di mall itu. Di mushola itu bisa di hidupkan sholat dan diadakan kajian rutin sebelum ataupun ketika waktu-waktu sesudah sholat berjamaah. Bahkan ada karyawan yang ada di sana di "outleat" mushola.
Ibaratnya aja untuk jasa cleaning service aja ada PT yang mengurusi maka untuk hal akhirat kita buat PT tuk ngurusi hal ini. Termasuk juga untuk rekruitmen "karyawan" (dai). Kita laksanakan secara profesional.
Kita kumpulkan dana untuk pengadaan outleat "mushola" itu. di mushoala mall itu kita buat sebuah tulisan di kotak infak "Peduli sholat di mall, gerakan seribu masjid di mall"
Lalu kalaupun harus membayar dengan harga yang lebih harusnya kita lebih berani. Demi untuk kepentingan dunia saja mereka berani buat outleat dengan sewa tempat yang mahal apalagi kita. Harusnya lebih berani lagi. Bukan begitu??...
Aku sempat bayangkan juga bagaimana waktu tuk sholat para karyawan juga di lakukan shift-shift sesuai dengan jam istirahat mereka. Jadi apa yang mereka (pemilik modal) dapati terhadap karyawan mereka adalah sikap profesional dalam bekerja. Sikap loyal dan menghargai setiap waktu yang di berikan kepada merekaa.
Adai saja hal ini dapat terwujud..
Satu lagi, sobat bisa bayangkan berapa banyak laki-laki yang menjadi karyawan mall meninggalkan sholat jumat setiap minggunya??.
Lalu sekarang saatnya ide itu menggelembung dan menjadi sebuah fakta di lapangan. Tancapkan cita-cita untuk membikin hal ini disana, di mall-mall itu. apapun keadaan kita sekarang ini. gak punya uang dan modal biasanya alasan klise dari kita??...hmmm.
Semoga ide saya ini bukan hanya menjadi bahan bacaan senggang semata. Tapi menjadi sebuah tulisan yang bergerak utuk menuju perubahan kepada jiwa-jiwa yang menghendaki perubahan. Amiin
Ditulis ditengah kegelisahanku. Ahad 24 mey 2009 jam 14;45
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe


No comments:
Post a Comment