Wednesday, September 17, 2008

[ketika_cinta_bertasbih] (unknown)

15/09/08 08:41

Jejak Langkah Islam Garis Keras di Indonesia

Oleh Mulyo Sunyoto

Jakarta (ANTARA News) - Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo bisa dipandang
sebagai tonggak kehadiran kelompok Islam garis keras di Indonesia, yang
salah satu cita-citanya adalah mendirikan Negara Islam Indonesia.

Ken Conboy, penulis "Medan Tempur Kedua" (Kisah Panjang yang Berujung pada
Peristiwa Bom Bali II), mencatat bahwa pada 1936, Kartosuwiryo mempromosikan
ide tentang Indonesia sebagai suatu negara Islam independen.

Buku yang diterbitkan 2008 oleh Pustaka Primatama Jakarta, yang
diterjemahkan dari "The Second Front: Inside Asia`s Most Dangerous Terroris
Network" edisi 2006, itu menelusuri pemikiran dan aksi kelompok Islam garis
keras di Indonesia.

Conboy, pakar mengenai masalah keamanan dan intelejen, memulai kisahnya
dengan menghadirkan sang pemberontak, Kartosuwiryo, yang terlahir sebagai
anak penjual candu di Cepu, Jawa Tengah.

Bertolak belakang dengan latar belakang para pendukung ideologi Islam garis
keras di Indonesia yang lahir belakangan, Kartosuwiryo bukanlah figur
lulusan sekolah keagamaan atau madrasah yang kurikulumnya sarat ilmu agama.

Tokoh yang mengakhiri hidupnya di depan regu tembak militer itu lulusan
sekolah Belanda dan memperoleh nilai tinggi dalam ilmu-ilmu sekuler.

Setelah lulus, Kartosuwiryo masuk Sarekat Islam, organisasi rakyat dengan
kepentingan melindungi pedagang Jawa dari persaingan tajam melawan pedagang
etnis Tionghoa.

Di Sarekat Islam, Kartosuwiryo sempat berjuang bersama Soekarno. Namun
perbedaan idiologi di antara mereka membuat keduanya memilih jalan yang
berbeda.

Soekarno lebih memilih jalan nasionalisme, Kartosuwiryo cenderung ke arah
sistem negara nonsekuler.

Sejarah untuk sementara memihak Kartosuwiryo. Pemikirannya mendapat angin
ketika kekaisaran Jepang menguasai Indonesia. Kaum nasionalis ditindas, kaum
pendukung gerakan keagamaan ditenggang.

Jepang pun mengizinkan Kartosuwiryo mendirikan kamp pelatihan seluas empat
hektar di Jawa Barat bagi milisi pemuda Islam yang baru dibentuk.

Conboy menulis, walaupun Kartosuwiryo Jawa, ia menyadari bahwa pesan
nonsekulernya punya daya pikat kuat di kalangan Sunda.

Perkembangan selanjutnya, antisekularisme Kartosuwiryo mengeras.

Dia menolak perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani Belanda dan
Soekarno.

Dia membentuk Tentara Islam Indonesia sebagai instrumen awal sebelum
memproklamirkan diri sebagai kepala Negara Islam Indonesia, yang juga
populer dengan nama Darul Islam.

Berjuang di hutan-hutan dan pedesaan Jawa Barat, kelompok partisan Darul
Islam sempat merepotkan pemerintahan RI.

"Pada akhir 1953, gerakan ini sanggup mengerahkan 6.700 orang anggota
partisan dengan lebih dari 2.500 senjata di Jawa Barat," tulis Conboy.

Gerakan Kartosuwiryo memang akhirnya tumpas, tetapi idenya masih bergema.

Kahar Muzzakar, yang sempat berpangkat Letnan Kolonel dan menjabat Wakil
Komandan Pasukan Gerilyawan di Jawa Timur prakemerdekaan, adalah salah satu
figur revolusioner yang meneruskan Darul Islam.

Menurut Conboy, Muzzakar bergabung dengan Darul Islam dan melakukan gerilya
di Sulawesi Selatan karena ia tidak mendapat tempat setelah perang
kemerdekaan. Dengan kata lain, motivasi Muzzakar untuk mendirikan negara
Islam di Indonesia bukan religius murni.

Begitu juga gerakan separatis Islam di Aceh, yang oleh Conboy dinilai
sebagai aksi yang dipicu oleh alasan pribadi.

"Karena kehendak mereka tidak tertampung, Aceh memberontak pada September
1953 dan mengumumkan distrik mereka bersekutu dengan Darul Islam," tulis
Conboy, yang mengutip Widjiono Wasis, penulis "Geger Talangsari".

Islam politis

Tumbangnya Soekarno dan munculnya Soeharto merupakan era baru bagi
percaturan politik di kalangan kaum Islam garis keras.

Sikap anti-PKI yang diperlihatkan Orde Baru yang militeristik searah dengan
sikap kaum pemberontak religius.

Ada kebersamaan antara militer dan organisasi Muslim dalam memerangi
komunis.

Situasi politik menjelang Pemilu 1977 mencemaskan Soeharto. Penguasa Orde
Baru ini khawatir kalau-kalau suara kaum Islam menumpuk di PPP.

Itu sebabnya dia menugasi Ali Moertopo mempengaruhi pendukung Darul Islam.
Dalam interaksi dua kubu inilah, wadah baru yang disebut Komando Jihad
terbentuk.

Dalam perjalanannya, Komando Jihad akhirnya ditumpas oleh pejabat keamanan
Orde Baru dengan menahan ratusan anggotanya.

Sebagian di antara anggota Komando Jihad yang ditahan ini, setelah
dilepaskan, ternyata menjadi pendukung setia Orde Baru dan penganjur sejati
doktrin Pancasila.

Dua figur Muslim garis keras yang mulai menangguk kepopuleran di tengah
situasi militeristik Orde Baru adalah Abdullah Sungkar dan Abu Bakar
Ba`asyir. Mereka memberikan ceramah dengan menelanjangi pemerintahan
Soeharto yang jauh dari ideal hukum Islam.

Pasangan Sungkar-Ba`asyir inilah yang mendirikan pesantren Al-Mukmin di
Ngruki Sukoharjo selatan, Solo.

Di pesantren inilah benih-benih Islam garis keras dibentuk dan ditumbuhkan.
Setelah sekian tahun, maka lahirlah lulusan Ngruki.

Sejumlah pelaku pemboman di Indonesia konon alumni Ngruki.

Imam Samudra, Amrozi, dan Muchklas yang terlibat dalam pemboman di Bali kini
meringkuk di penjara dan menunggu eksekusi di depan regu tembak.

Sekali lagi, rakyat Indonesia menyaksikan bagaimana ide menerapkan hukum
Islam secara murni di Nusantara berantakan sebelum terealisir.

Pertanyaannya: masihkah ide itu beterbangan dan termakan oleh generasi
mendatang di republik multietnik-agamis ini?

Menurut seorang pejabat intelejen, hanya dengan mengendalikan para dedengkot
Islam garis keras, pengaruh ide itu bisa dikendalikan.

Tetapi, seorang Muslim moderat berkomentar: di tengah kemiskinan yang
merajalela seperti di Indonesia, godaan untuk mengikuti ide-ide militansi
agamis cukup tinggi.

"Di tengah kemiskinan dan rendahnya tingkat intelektualitas masyarakat, Anda
tidak akan kesulitan mencari pemuda Muslim yang rela meledakkan diri," kata
Ali Masykur Moesa, Muslim moderat itu. (*)

COPYRIGHT (c) 2008

.

--
Cece Yaya Sudarya
#Ayo Beramal ! Kampanye Kebajikan Seumur Hidup
www.tokorasyid. com | www.ceceys.cn | www.binainsanpresta si.org
#0815-8270680


Dapatkan info tentang selebritis - Yahoo! Indonesia Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Only on Yahoo!

Star Wars galaxy

Create a profile

and meet fans.

Yahoo! Search

Find it faster

with Yahoo!

shortcuts.

Real Food Group

Share recipes,

restaurant ratings

and favorite meals.

.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment